Pramuka Garuda Kota Depok dilantik | SMPIT Nurul Fikri

Pramuka Garuda Kota Depok dilantik

By September 22, 2018 Berita Umum No Comments
img_8676-350x350

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK —  Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Depok baru saja melantik anggota garuda penggalang pramuka tahun kedua, Rabu (19/9). Bertempat di Aula Teratai Gedung Balaikota Depok, Jawa Barat,  93 Penggalang Garuda tersebut dilantik oleh Ketua Kwarcab gerakan Pramuka Depok, Nina Suzana. Pelantikan tersebut dihadiri oleh orang tua, pembina, Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka (Mabigus), dan Ketua Kwartir Cimanggis.

Menurut Pembina Penggalang SMPIT Nurul Fikri, Sultoni, Sekolah Islam Terpadu (SIT)  Nurul Fikri Depok telah berhasil menjadikan tujuh pramuka garuda siaga dan 18 pramuka garuda penggalang. Total adalah 25 pramuka garuda dari Nurul Fikri.

“Hal itu menjadikan  SIT Nurul Fikri sebagai  gugus depan yang berhasil meloloskan jumlah pramuka garuda terbanyak di kota Depok tahun 2018, yang kedua adalah dari SMPN 3 Depok berjumlah 21 siswa, dan ketiga SMPI Dian Didaktika berjumlah 14 siswa,” kata Sultoni dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (21/9).

Ia menambahkan, bagi SMPIT Nurul Fikri, ini adalah angkatan pertama. “Sehingga,  pelantikan pramuka garuda ini menjadi momen bersejarah bagi sekolah,” ungkap Sultoni.

Pramuka garuda, lanjut Sultoni, adalah teladan. Mereka harus menjadi teladan sesama pramuka lain.” Di sekolah menjadi teladan bagi siswa lainnya, di rumah menjadi teladan bagi teman-teman di lingkungannya dan sebagai warga menjadi teladan bagi masyarakat. Oleh karena itu,  seorang pramuka garuda harus berperan aktif di sekolah dan di lingkungan rumahnya,” paparnya.

Hal yang sama disampaikan  Nina Suzana dalam sambutannya. Ia  mengatakan, menjadi garuda pramuka bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk didapat. Proses penilaian yang dilakukan minimal 10 tanda kecakapan khusus dan penilaian lainnya.

“Adik-adik sudah diambil janjinya, sudah berjanji pada Tuhan, negara, dan orang tua. Itu artinya ini bukan hanya sekedar ucapan oleh adik-adik, bukan hanya sekedar didengar oleh adik-adik, tapi harus dilaksanakan,” tegas Nina.

Sesuai dengan misi Pramuka Kota Depok yang kreatif, mandiri, dan karakter, Nina berharap garuda pramuka penggalang mempunyai kreativitas, karakter diri, karakter sosial, dan karakter bergaul. “Semoga kalian bisa menjadi anak-anak garuda, garuda Indonesia, karena adik-adik ini penerus bangsa, menjadi kader-kader bangsa yang tangguh,” ucap Nina.

Nina juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang sudah mengikuti dan membimbing anak-anak mereka  untuk menjadi seorang pramuka penggalang. “Sedikit sekali sekolah yang mengikuti garuda pramuka. Dari ratusan sekolah hanya sembilan sekolah yang ikut, karena sulit. Karena menjadi garuda pramuka bukan hanya menjadi teladan untuk diri sendiri tapi juga untuk lingkungan, keluarga, dan lain-lain. Karena beban yang berat, mereka harus memberikan contoh kepada teman-teman semua, terutama disiplin pakaian,” tambah Nina.

Hal yang sama disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda (Wakabina Muda) Gerakan Pramuka Kota Depok, Jozef Titawanno.  Menurutnya karena ini adalah tingkatan pramuka tertinggi, diharapkan keteladan mereka ditularkan ke teman-temannya.

“Kelebihan menjadi garuda pramuka mulai tahun kemarin adalah ada penambahan nilai untuk masuk ke SMA, nilainya agak tinggi, di garuda pramuka bisa 30-50 poin dari nilai ujian murni. Sementara agenda ke depannya di kwartir cabang ini saya akan mengadakan khusus gladi pramuka sendiri agar mutu mereka bertahan bahkan meningkat,” tandas Jozef.

Adapun ke sembilan sekolah yang mengikuti pelantikan tersebut ialah MTs Al Jihad, MTs Irsyadul Athfal, MTs Negeri Depok, SMPN 3 Depok, SMPN 7 Depok, SMP Segar, SMP Islam Dian Didaktika, SMP Islam Terpadu Al Haraki, dan SMP Islam Terpadu Nurul Fikri.

Leave a Reply